A. Konsep Dasar Komputer (Input – Proses – Output)
Komputer awalnya hanyalah merupakan sebuah mesin hitung yang
memudahkan manusia untuk melakukan perhitungan aritmatika secara cepat
dan lebih akurat. Namun dengan perkembangannya saat ini komputer telah
menjadi sebuah rangkaian sistem yang menjalankan ribuan bahkan jutaan
komponen di dalamnya untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu. Adapun
konsep dasar yang selalu dimiliki di dalam komputer adalah adanya INPUT –
PROSES – OUTPUT yang berkaitan erat dengan HARDWARE – SOFT WARE –
BRAINWARE. Konsep dasar ini berlaku untuk semua jenis komputer karena
komputer hanya dapat digunakan jika memiliki Input Device, Central
Processing Unit, Output Device dan External Memory.
Alat Masukan (Input Device)
Input device adalah komponenn yang digunakan untuk melakukan masukan
data tertentu ke dalam komputer untuk kemudian di proses. Input device
ini berhubungan langsung dengan Brainware atau pengguna dari komputer.
Berikut ini macam-macam input device:
- Keyboard
- Mouse
- Touchscreen
- Scanner OCR (mislanya untuk membaca jawaban UMPTN)
- Scanner Barcode (membaca kode bar misalnya di kasir supermarket)
- Sensor (misal pada robot)
- Camera
- Microphone
Central Processing Unit (CPU)
CPU adalah bagian terpenting dalam sebuah rangkaian komputer. Karena
pada bagian CPU ini lah terdapat otak komputer yang bertugas memproses
semua masukan atau input yang kemudian akan diterjemahkan dan
selanjutnya akan ditampilkan melalui output device atau di simpan ke
dalam memori. Selain itu, secara umum CPU juga berfungsi sebagai tempat
untuk melakukan pelbagai pengolahan data seperti mencatat, melihat,
membaca, menghitung, mengingat, mengurutkan maupun membandingkan.
Alat Keluaran (Output Device)
Output device adalah alat yang digunakan untuk menampilkan hasil
pengelolaan data input yang dilakukan oleh CPU. Data yang dikelola akan
ditampilkan oleh output device sehingga user mengetahui hasil input yang
dilakukannya. Tampilkan data yang dimaksud bisa berbentuk sebagai
berikut:
- Tulisan (huruf, angka, karakter khusus, simbol lain)
- Image (grafik, gambar)
- Suara
- Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
Berikut ini daftar output device yang biasa kita temui:
- Monitor/ Screen/ Display
- Printer (dot matrix, inkjet, laser dll)
- Speaker
- Disk drive
B. Komponen - Komponen Komputer Lengkap Beserta Fungsinya
Casing CPU
sendiri berfungsi untuk memsang ataupun meletakkan komponen - komponen
komputer seperti Harddisk, Power Supplay, Motherboard, CD-ROM dan lain
sebagainya. Banyak sekali jenis - jenis dari casing CPU sesuai dengan kebutuhannya. Ada yg dari harga murah sampek harga mahal.
Motherboard
berfungsi untuk memasang komponen - komponen yang kecil seperti
harddisk, ram, sound card, vga card, internal modem dan lain sebagainya.
Processor
ini berfungsi untuk melakukan sebuah perhitungan dan menjalankan sebuah
tugas yang cukup penting. Processor ini terletak pada socket yang sudah
disediakan di dalam motherboard.
VGA
ini juga memiliki fungsi yang tidak kalah penting dengan komponen lain,
VGA berfungsi untuk menerjemahkan/ mengubah suatu sinyal digital dari
sebuah komputer menjadi sebuah tampilan grafis ke suatu layar monitor.
Tugas dari sebuah harddisk
adalah melakukan sebuah penyimpanan pada komputer. Semua file yang anda
simpan pada komputer anda akan tersimpan di harddisk. Harddisk bukan
hanya menyimpan file - file kecil seperti gambar, video , dokumen tapi
juga menyimpan sistem operasi dari komputer anda.
CD/DVD-ROM
merupakan sebuah hardware yang berfungsi untuk membaca sebuah data dari
CD/DVD dan akan memburningnya ke sebuah data ke dalam sebuah CD/DVD.
Fungsinya untuk membaca untuk membaca sebuah data dan menulisnya ke
dalam CD.
Ram
adalah sebuah komponen yang berfungsi untuk penyimpanan sementara,
disaat komputer menjalankan sebuah aplikasi maka aplikasi tersebuat akan
disimpan di dalam Ram selama sementara.
Funsgi utama dari sebuah Power Supply
adalah mengubah sebuah arus listrik bolak balik ke arus listrik yang
searah. Fungsi yang lain dari power supply adalah meminikan kerusakan
pada macam - macam perangkat komputer yang dikarenakan tidak teraturnya
aliran sebuah listrik ke dalam komponen komputer.
9. Sound Card
Sound card
ini berfungsi untuk sebuah pengolah data menjadi audio atau sebuah suara
dan juga sebagai penghubung alat seperti input atau output suara ke
sebuah komputer.
10. Monitor
Monitor ini
berfungsi sebagai komponen untuk menampilkan data - data berupa grafis
dari sebuah prosessor untuk ditampilkan agar user atau pengguna dapat
melihat isi dari tampilan CPU.
C. Langkah-Langkah Merakit KomputER
1. Memasang Processor ke Motherboard
Alangkah baiknya sebelum motherboard dipasang ke casing, terlebih
dahulu memasang processor karena akan lebih mudah cara memasangnya. Cara
memasang processor ke motherboard yaitu :
- Kita tentukan dulu posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor
di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan tanda
titik atau lekukan.
- Angkat tuas pengunci socket ke atas supaya terbuka
- Sesuaikan posisi kaki processor dengan lubang socket, kalau sudah lalu tekan processor ke dalam socket sampai rapat.
- Kunci kembali dengan tuas pengunci.
2. Memasang Motherboard
Untuk memasang Motherboard pada casing yaitu letakkan motherboard
pada tray casing dan sesuaikan lubang antara casing dan lubang
motherboard, lalu kunci dengan sekrup.
3. Memasang Heatsink
Setelah processor terpasang, lalu pasang heatsink supaya processor
tidak panas. Heatsink ini diletakkan diatas processor dan diberi penahan
supaya tidak lepas. Sebelumnya lapisi heatsink dengan Gel penghantar
panas. Apabila heatsink anda ada kipasnya/fan maka konektor power pada
kipas/fan hubungkan ke motherboard.
4. Memasang RAM / Memori
Cara memasang Ram / modul memori yaitu : Buka dulu tuas penguncinya,
lalu sesuaikan posisi lekukan pada modul memori dengan lekukan pada
slot. Kalau sudah pas lalu tekan dan pasang kembali tuas pengunci RAM /
memori.
5. Memasang Power Supply
Biasanya kalau kita membeli casing pasti power supply sudah terpasang.
Nah apabila power supply belum terpasang caranya memaangnya yaitu :
- Letakkan power supply pada tempatnya yang ada dibelakang casing, lalu kunci dengan sekrup.
- Pasang konektor power dari power supply ke motherboard berikut kabel-kabelnya.
6. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
- Pasang kabel konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
- Untuk motherboard non ATX, pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard.
- Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port
tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang
port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup
kembali.
- Hubungkan kabel konektor mouse dan keyboard pada motherboard.
- Hubungan kabel konektor yang lainnya seperti LED, speaker internal dan port yang tersedia di casing komputer.
7. Memasang Drive
Untuk memasang drive seperti harddisk, CD-ROM/DVD-ROM caranya yaitu :
- Masukkan drive dari depan casing. Atur dulu settingan jumper
(sebagai master atau slave) pada drive, lalu pasang sekrup supaya drive
tidak lepas.
- Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primer yang dipakai lebih dulu)
- Apabila kabel IDE terhubung pada 2 (dua) drive, setting jumpernya
yaitu drive pertama disetting sebagai master dan satunya lagi sebagai
slave.
- Dan konektor IDE sekunder pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
- Sambungkan kabel power dari catu daya pada masing-masing drive.
8. Memasang Card Adapter
Untuk Card Adapter yang bisanya dipasang adalah sound, video card,
modem dan SCSI adapter. Cara pemasangannya yaitu : masukkan Card Adapter
pada slot yang tersedia di motherboard, lalu tekan sampai konektor
benar-benar masuk, kemudian beri sekrup sebagai penahan card.
9. Tahap terakhir perakitan komputer
Kalau semua langkah-langkah perakitan komputer sudah selesai, kini
tutup dengan casing dan beri sekrup. Hubungkan kabel dari catu daya ke
soket dinding dan juga hubungkan konektor monitor ke port video card,
konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse.
10. Pemeriksaan Hasil Perakitan Komputer
Setelah komputer selesai dirakit, kita lakukan pemeriksaan dan pengetesan hasilnya dengan program BIOS, caranya yaitu :
- Nyalakan komputer dan monitor, lihat layar monitor dan juga dengarkan suara dari speaker.
- Nah program Fost dari Bios ini akan otomatis mendeteksi hardware apa saja yang sudah dipasang pada komputer.
- Lakukan setting untuk nilai dari kapasitas hardisk dan boot sequence.
- Kalau sudah lalu simpan hasil settingan dan exit dari setup BIOS,
maka komputer meload system operasi dengan urutan pencarian yang
disesuaikan dengan settingan boot sequence pada Bios.
- Masukkan CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
11. Solusi bila terjadi masalah pada hasil perakitan komputer
- Hidupkan komputer, apabila komputer dan monitor tidak hidup, periksa kabel daya pada colokan listrik sudah terhubung apa belum.
- Apabila waktu dinyalakan, tampilan layar monitor ngeblank / berwarna
hitam, pasti ada kesalahan dan apabila pada CPU terdengar bunyi beep,
maka betulkan penempatan RAM / memori pada soket.
- Apabila card adapter tidak terdeteksi, periksa penempatan card adapter sudah pas apa belum ke slotnya.
- Apabila LED dari harddisk atau CD menyala terus, periksa konektornya sudah terhubung apa belum.
D. MENDIAGNOSA PERMASALAHAN PC DAN PERIPERALPengenalan Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Booting pada PC Melalui POST:
1) Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting,
proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah
sebagai berikut :
a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh
sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi
baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi
awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat
dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program
POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja
dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting
hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller.
Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses
read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan
monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka
PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan
kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang
terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai
dengan standar masing-masing motherboard.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC,
visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur
POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang
muncul adalah sebagai berikut:
| No |
Gejala |
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan |
| 1 |
CPU dan Monitor mati, tidak ada beep |
- Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
- Power supply
|
| 2 |
CPU hidup, Monitor Mati, Tidak ada beep |
- Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor
- Monitor
|
| 3 |
CPU hidup, Monitor Mati, ada beep |
Disesuaikan dengan beep |
Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit
power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat
dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari
POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan
permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang
digunakan.
Kode Beep AWARD BIOS
| No |
Gejala |
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan |
| 1 |
1 beep pendek |
PC dalam keadaan baik |
| 2 |
1 beep panjang |
Problem di memori |
| 3 |
1 beep panjang 2 beep pendek |
Kerusakan di modul DRAM parity |
| 4 |
1 beep panjang 3 beep pendek |
Kerusakan di bagian VGA. |
| 5 |
Beep terus menerus |
Kerusakan di modul memori atau memori video |
Kode Beep AMI BIOS
| No |
Gejala |
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan |
| 1 |
1 beep pendek |
DRAM gagal merefresh |
| 2 |
2 beep pendek |
Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori) |
| 3 |
3 beep pendek |
BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama. |
| 4 |
4 beep pendek |
Timer pada sistem gagal bekerja |
| 5 |
5 beep pendek |
Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor |
| 6 |
6 beep pendek |
Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik |
| 7 |
7 beep pendek |
Video Mode error |
| 8 |
8 beep pendek |
Tes memori VGA gagal |
| 9 |
9 beep pendek |
Checksum error ROM BIOS bermasalah |
| 10 |
10 beep pendek |
CMOS shutdown read/write mengalami errror |
| 11 |
11 beep pendek |
Chache memori error |
| 12 |
1 beep panjang 3 beep pendek |
Conventional/Extended memori rusak |
| 13 |
1 beep panjang 8 beep pendek |
Tes tampilan gambar gagal |
Kode Beep IBM BIOS
| No |
Gejala |
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan |
| 1 |
Tidak ada beep |
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang |
| 2 |
1 beep pendek |
Normal POST dan PC dalam keadaan baik |
| 3 |
beep terus menerus |
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang |
| 4 |
Beep pendek berulang-ulang |
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang |
| 5 |
1 beep panjang 1 beep pendek |
Masalah Motherboard |
| 6 |
1 beep panjang 2 beep pendek |
Masalah bagian VGA Card (mono) |
| 7 |
1 beep panjang 3 beep pendek |
Masalah bagian VGA Ccard (EGA). |
| 8 |
3 beep panjang |
Keyboard error |
| 9 |
1 beep, blank monitor |
VGA card sirkuit |
Pengenalan Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Aktifasi Sistem Operasi dan Menjalankan Aplikasi Program:
1) Prosedur Test
Test yang dilakukan bertahap yaitu aktifasi sistem operasi dan
program aplikasi. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah
sebagai berikut :
a) Aktifasi Sistem Operasi
Sistem operasi yang digunakan dalam test ini adalah windows 98, prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
- Menghidupkan PC.
- PC melakukan POST pada saat booting dan harus dapat dilewati.
- PC mulai mencari sistem operasi di media penyimpan dengan urutan
prioritas berdasarkan setting BIOS, misal CDROM, HDD lalu Diskdrive.
- PC menjalankan Sistem Operasi yang didahullui dengan menjalankan file-file sistem yaitu MS Dos.sys, IO.sys, Himem.sys dan command com.
- Jika proses d) berhasil maka selanjutnya dijalankan config.sys dan autoexec.bat.
- Pengecekkan konfigurasi sistem windows yaitu file sistem.ini dan win.ini dan dijalankan.
- Pengecekkan adanya file stratup dan dijalankan.
- Pengecekkkan kondisi hardware melalui device manager.
- Pengecekkan kondisi Start Up menu dan fungsi-fungsi dasar sistem
operasi yaitu mengkopi file, memindah file, mengganti nama file, membuat
folder/direktori dan lain-lain.
- Pengecekkan prosedur shutdown.
b) Program aplikasi
- Pengecekkan program aplikasi dengan menjalankan program dan menutup program.
- Pengecekkan fungsi-fungsi menu program aplikasi.
- Pengecekkan besarnya file-file program aplikasi, yaitu dibandingkan
dengan master, terutama file-file eksekusi (file yang berekstensi EXE
dan COM) dan file hasil program aplikasi misal dokumen dari Ms Word.
- Pengecekkan terhadap kecepatan mengakses program aplikasi dan data.
Kedua test di atas akan memberikan response sebagai pesan/peringatan
kesalahan, hal ini akan membantu user untuk mengenal dan
mengidentifikasi masalah yang ada.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara
visual dilayar monitor dan performance kinerja PC yang dapat dirasakan
oleh user pada saat menggunakan PC.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka didapatkan
pesan/peringatan kesalahan sebagai gejala masalah di PC, yaitu sebagai
berikut :
Aktifasi Sistem Operasi
| No |
Gejala |
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan |
| 1 |
Booting terhenti setelah berhasil melaksanakan POST
|
- Instalasi fisik hard disk, setting device, prioritas boot pada CMOS setup bermasalah.
- Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file sistem operasi rusak,
hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
|
| 2 |
Kinerja booting sampai ke windows berlangsung de-ngan lambat. |
- Manajemen memori bermasalah.
- Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file sistem operasi rusak,
ada file yang hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah
folder Monitor.
|
| 3 |
Windows explorer tidak dapat dijalankan, tidak dapat mengcopi, meng-ganti nama file dan lain-lain |
Kerusakan pada sistem operasi, mungkin
file windows explorer rusak, hilang, terkena virus, berganti nama
atau berpindah folder. |
| 4 |
Start menu tidak dapat dijalankan |
Kerusakan pada sistem operasi, mungkin
file windows explorer rusak, hilang, terkena virus, berganti nama
atau berpindah folder. |
| 5 |
Prosedur Shutdown tidak dapat dilaksanakan |
Kerusakan pada sistem operasi, mungkin
file windows explorer rusak, hilang, terkena virus, ber-ganti nama
atau berpindah folder. |
| 6 |
Prosedur Shutdown ber-henti sebelum komputer benar-benar mati |
- Reset CMOS battery.
2. Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file sistem operasi
rusak, ada file yang hilang, terkena vi-rus, berganti nama atau
berpin-dah folder. |
Langkah-langkah mengenal dan Mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan:
1) Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan
eksternal, yaitu printer yang terpasang pada paralel port atau USB
port, mouse PS2 dan serial, Monitor yang selalu terpasang di card VGA,
disket untuk pengujian disk drive dan CD untuk CD ROM drive. Dan dengan
Program Aplikasi misalnya Microsoft word dapat dicoba beberapa
kemungkinan kesalahan. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan
adalah sebagai berikut :
1) Semua peralatan dipasang pada port yang sesuai. Khusus
mouse sebaiknya bergantian (PS/2 atau COM 1 atau COM 2, atau USB).
2) Booting komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O
dan alamat I/O. Jika tidak ada masalah maka semua I/O yang tersedia
berfungsi dengan baik.
3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, jika tidak ada masalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5) Pengecekkan paralel port dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
6) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
Test dilakukan termasuk dengan mengecek driver dari peralatan yang
dihubungkan dengan I/O. Karena bisa saja sesuatu peralatan atau komponen
yang dipasang dapat bekerja, tetapi tidak optimal karena driver yang
digunakan belum sesuai dengan peralatan.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara
visual dilayar monitor dan dapat berkerjanya peralatan yang terpasang di
I/O.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka akan didapatkan
pesan/peringatan kesalahan sebagai tanda adanya masalah di PC. Adapun
gejala dan pesan tersebut adalah sebagai berikut :
| No |
Gejala |
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan |
| 1 |
Keyboard tidak bekerja |
- Hubungan Keyboard dan PC bermasalah
- Keyboard rusak atau saluran keyboard di Motherboard rusak
|
| 2 |
Mouse tidak bekerja (PS2/Com/USB) |
- Hubungan Mouse dan PC bermasalah
- Mouse rusak atau saluran mouse (PS2/Com/USB) di Motherboard rusak
|
| 3 |
Monitor Tidak Dapat menampilkan gambar |
- Hubungan antara VGA card dan monitor bermasalah
- VGA card brmasalah
- Monitor bermasalah
|
| 4 |
Monitor menampilkan resolusi dan warna tidak optimal |
- Setting driver monitor
- Hubungan antara VGA card dan monitor bermasalah
- VGA card brmasalah
- Monitor bermasalah
|
| 5 |
Print preview pada program aplikasi tidak daat dilakukan |
Driver printer belum terintsall |
| 6 |
Print tidak dapat dilaksanakan
(Printer melaui LPT/USB) |
- Driver belum benar
- Hubungan printer dengan LPT/USB bermasalah
- Power belum aktif
- Tidak tersedia kertas atau tinta tidak tersedia.
- Catride tinta tidak ada
- Printer rusak
|
| 7 |
Mencetak tidak sesuai dengan yang diinginkan, misal berulang-ulang, hal tidak sesuai dll |
Setting printer belum sesuai |
| 8 |
Disk dan CD ROM tidak terdeteksi |
- Hubungan instalasi fisik dan power disk/CD ROM dengan motherboard bermasalah.
- Setup di BIOS belum sesuai
- Aktifasi hardware diskdrive di windows bermasalah
|
| 9 |
Disk atau CD ROM Tidak dapat membaca data |
- Disket/CD ROM yang dibaca bermasalah
- Head atau sensor baca (optic) bermasalah, mungkin kotor, setting fisik berubah atau sudah lemah (rusak)
|
3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan,
peserta diklat harus mempraktekkan dan mengamati PC dari saat booting,
aktifasi sistem operasi, menjalankan beberapa aplikasi, mencoba
peralatan I/O dan membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility,
setting peralatan baru. Dari situ akan diketahui bekerja tidaknya I/O
atau peralatan I/O yang terpasang.
- 3. Kegiatan Belajar 4: Klasifikasi, Identifikasi, dan Penentuan Hipotesa Awal Penyebab Masalah
- a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengklasifikasikan permasalahan pengoperasian PC dan peripheral berdasarkan kelompok masalah
2) Peserta diklat mampu mengidentifikasi kemungkinan penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.
3) Peserta diklat mampu menentukan hipotesa awal penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.
Klasifikasi Permasalahan Pengoperasian PC:
a) Hardware / Perangkat keras
Masalah pada perangkat keras diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
(1) Internal
Permasalahan hardware secara internal yaitu permasalahan yang muncul
pada komponen sistem komputer yang meliputi isi CPU, yaitu:
motherboard, VGA card, CHIP BIOS, RAM, Sound card, Prosessor, Harddisk,
CD ROM, Power supply dan komponen lainnya yang terpasang, monitor,
keyboard, mouse dan lain-lain.
| No |
Komponen |
Gejala Permasalahan
|
| 1 |
Monitor |
- Monitor mati
- Monitor blank
- Monitor menampilkan gambar tidak proporsional
- Warna tampilan tidak sesuai aslinya
- Monitor berkedip-kedip
|
| 2 |
Motherboard |
- CPU mati
- Komputer cepat panas dan atau hang
- Kinerja komputer lambat
- Tidak dapat shuddown
- Komputer selalu meminta setup cmos
|
| 3 |
Port Paralel (LPT) |
- Tidak dapat mencetak di printer
- Tidak dapat melakukan hubungan komunikasi dengan computer lain melaui Laplink dengan parallel port
|
| 4 |
Port Serial |
- Mouse melalui serial port tidak dapat digunakan
- Peralatan eksternal lain yang melaui serial port tidak dpat digunakan, seperti modem eksternal
|
| 5 |
Port Game |
Tidak dapat atau akses melaui joystick yang terpasang di port game kacau |
| 6 |
Port USB |
- Mouse atau perlatan eksternal lain yang terpasang di port USB
tidak dapat bekerja tau kacau. Peralatan lain seperti printer, flash
memory, scanner, kamera digital.
|
| 7 |
VGA Card |
- CPU mati
- Gambar kacau
- Setting tidak maksimal
- Tidak dapat mengakses program tertentu
- Akses grafik lambat
|
| 8 |
Sound Card |
- Tidak ada atau kacau suara yang keluar di speaker aktif
|
| 9 |
RAM |
- CPU mati
- Memori yang terbaca pada saat POST tidak sesuai
- Akses program lambat
|
| 10 |
Prosessor |
- CPU mati
- Prosessor cepat panas
- Prosessor sering Hang
|
| 11 |
Chip BIOS |
- CPU mati
- Tidak dapat booting
- Tidak dapat melakukuan identifikasi hardware dan POST
|
| 12 |
Hard disk |
- Tidak terdeteksi BIOS
- Tidak dapat booting
- Cepat Hang
- Akses program lambat
|
| 13 |
Disk drive |
Tidak dapat membaca/menulis /memformat/menghapus isi disk |
|
|
|
| 14 |
CD/DVD ROM Read/Write |
Tidak dapat membaca/menulis /memformat CD/DVD |
| 15 |
Kabel Data |
Hardisk,diskdrive,CDROM tidak terdeteksi atau tidak dapat diakses |
| 16 |
Power Supply |
CPU mati |
| 17 |
Panel depan CPU |
Saklar/lampu mati dan CPU tidak dapat dihidupkan |
| 18 |
Keyboard |
- Keyboard mati, tidak terdetekdi BIOS
- Tombol ada yang tidak dapat digunakan
|
| 19 |
Mouse |
- Mouse tidak terdeteksi windows & tidak dapat digunakan
- Slah satu fungsi mouse tidak dapat digunakan
|
| 20 |
Speaker aktif |
- Speaker mati
- Suara speaker tidak keluar
|
| 21 |
Dll |
|
(2) Eksternal
Permasalahan hardware secara eksternal yaitu permasalahan yang muncul
pada komponen sistem komputer yang terpasang di luar komputer dan
berfungsi sebagai fasilitas pelengkap komputer, di antaranya yaitu :
printer, modem eksternal, TV tuner eksternal, scanner, dan lain
sebagainya.
| No |
Komponen |
Gejala Permasalahan
|
| 1 |
Printer |
- Printer mati
- Selalu muncul warning di monitor
- Mencetak tidak sesuai setting
- Catridge/pita tidak terdeteksi
- Tinta/pita habis atau buram
- Print kertas double
|
| 2 |
TV tuner |
- TV tuner mati
- Gambar tidak jelas
- Tidak dapat menyipan ke memori
- Suara tidak ada
|
| 3 |
Modem |
- Modem mati
- Tidak dapat menghubungi provider (ISP)
- Akses internet lambat
|
| 4 |
Scanner |
- Scanner mati
- Tidak dapat membaca berkas/blank
- Hasil scan pecah-pecah
|
| 5 |
Flash memory |
- Flash memory mati
- Tidak terdeteksi oleh system operasi
- Tidak dapat membaca/menulis/ menghapus data.
|
| 6 |
Kamera digital |
- Kamera mati
- Tidak dapat membaca berkas/blank
- Hasil foto pecah-pecah
|
| 7 |
CD/DVD ROM Read/Write eksternal |
Tidak dapat membaca/menulis /memformat CD/DVD |
| 8 |
Dll |
|
b) Software / Perangkat lunak
Masalah pada perangkat lunak diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:
(1) Perangkat lunak BIOS
Chip BIOS (Basic Input Output System) biasanya berupa EEPROM yang
berisi program system mendasar dari komponen I/O, termasuk di dalamnya
POST. Sebagai sebuah program BIOS juga dapat mengalami masalah di
antaranya yaitu :
- Komputer mati
- Komputer hidup tapi blank atau tidak ada tampilan di layar dan tidak ada aktivitas.
- Komputer tidak dapat di setting hardwarenya, setting kacau dan POST tidak jalan.
(2) Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang
berfungsi untuk mengelola semua sumberdaya sistem komputer, diantaranya
yaitu : perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu
sistem yang dapat bekerja.
(3) Program aplikasi
Program aplikasi adalah perangkat lunak yang
digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu
seperti mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan musik dan lain
sebagainya. Program aplikasi yang dimaksud adalah semua perangkat lunak
selain sistem operasi, diantaranya yaitu program aplikasi seperti:
perkantoran, termasuk bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain.
Pengelompokkan ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun
kegunaan aplikasinya.
Permasalahan yang sering muncul berdasarkan klasifikasi perangkat lunak diantaranya, yaitu :
| No |
Komponen |
Permasalahan
|
| 1 |
BIOS program |
- Komputer mati
- Komputer hidup tapi blank atau tidak ada tampilan di layer dan tidak ada aktivitas.
- Komputer tidak dapat di setting hardwarenya, setting kacau dan POST tidak jalan
|
| 2 |
Sistem Operasi |
- Tidak dapat booting
- Kinerja booting sampai ke windows berlangsung dengan lambat
- Windows exsploler tidak dapat dijalankan, tidak dapat mengcopi, mengganti nama file dan lain-lain
- Start menu tidak dapat dijalankan
- Prosedur Shutdown tidak dapat dilaksanakan
- Prosedur Shutdown berhenti sebelum komputer benar-benar mati
|
| 3 |
Program aplikasi |
- Program tidak ada di start menu, desktop
- Program tidak dapat dijalankan
- Kinerja program lambat
- Program selalu meminta CD
- Fungsi-fungsi menu tidak dapat dijalankan
- Tidak ditemukan file data, tidak dapat membuka file data atau ekstensi file data berubah
|
Klasifikasi gejala permasalahan yang muncul dapat pula dilakukan
berdasarkan kerusakannya, misalkan dengan urutan komputer mati, booting
sampai dengan menjalankan aplikasi.
2) Identifikasi Kemungkinan Penyebab Permasalahan
Berdasarkan klasifikasi permasalahan yang ada maka kemungkinan
penyebab dapat diidentifikasi dengan cara melokalisir permasalahan
sehingga ruang lingkup kemungkinan kerusakan menjadi lebih sempit baik
secara hardware maupun software, karena dalam banyak masalah keduanya
saling terkait. Sebagai contoh, yaitu : hard disk tidak terdeteksi oleh
PC, kemungkinan kerusakan ada disekitar hard disk yaitu :
Hardware :
- Hard disk, setting jamper hard disk
- Kabel data dan power ke hard disk
- Bus I/O pada motherboard
Software :
Bagian-bagian yang sudah diidentifikasi dapat dilakukan pengecekkan, sebaiknya dilakukan dari hardware dulu, baru software.
Dengan cara melokalisir seperti di atas dimungkinkan permasalahan akan relatif cepat diketahui.
3) Menentukan Hipotesa Awal Penyebab Masalah
Hasil dari identifikasi, dimana kemungkinan masalah sudah diketahui.
User dapat memperkirakan dan menentukan hipotesa awal penyebab dari
permasalahan.
Untuk mendukung menentukan hipotesa awal user harus mengetahui semua
komponen dan fungsinya pada sistem komputer, serta beberapa data
kemungkinan penyebab kerusakan komputer, misalnya tegangan AC tidak
stabil, debu yang lembab di motherboard komputer, head pembaca disk yang
kotor dan lain sebagainya.
Selanjutnya dapat dilakukan pemikiran sebab akibat yang terjadi. Sebagai contoh :
Diskdrive tidak dapat membaca disket, lampu disk hidup saat proses pembacaan disket :
Kemungkinan kerusakan pada :
- Disket:disket sudah rusak/kotor pada lempengan data
- head disk drive kotor: kemungkinan disebabkan debu menempel di head disk drive
- Motherboard, kabel data: kemungkinan karena soket kabel data sudah aus/tidak kencang atau ada yang putus
Dengan melihat hubungan sebab akibat user dapat menentukan hipotesa awal untuk mempermudah perbaikan.
4) Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan
luar, seperti printer yang terpasang pada paralel port atau USB port,
mouse yang terpasang pada port PS/2 atau serial, monitor yang selalu
terpasang di card VGA, disket untuk pengujian diskdrive dan CD untuk CD
ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai
berikut :
a) Semua peralatan dipasang pada port yang sesuai. Khusus
mouse sebaiknya dipasang pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara
bergantian.
b) Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O
dan alamat I/O. Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia
berfungsi dengan baik.
c) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
d) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
e) Pengecekkan port paralel dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
f) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
g) Pengecekkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware
dan software. Instalasi komponen hardware, secara bergantian dilepas dan
dipasang kembali (saat melepas dan memasang komponen hardware kondisi
PC harus dimatikan terlebih dahulu) kemudian komputer dihidupkan
kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
h) Pengecekkan pada PC, apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
Tes dilakukan untuk mendapatkan data klasifikasi, identifikasi dan
kemungkinan untuk menentukan hipotesa awal pada permasalah komputer.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja:
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
1) Cek semua hubungan instalasi sebelum memulai praktek.
2) Mintalah guru untuk membantu mengecek jika ada yang meragukan.
3) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah ditentukan
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan.
2) Periksa semua hubungan instalasi PC.
3) Hidupkan PC, amati selama proses booting dan aktifasi
sistem operasi. Apakah PC dalam kondisi baik, jika dalam kondisi,
kemudian matikan dengan prosedur shut down yang benar.
4) Lepaskan instalasi beberapa komponen yang dapat dilepas,
seperti prosessor, hard disk,disk drive, Ram, VGA card, kabel monitor,
power supply, dan lain sebagainya. Pelepasan tersebut dilakukan secara
bergantian satu per satu.
5) Hidupkan kembali komputer, amati dan catat hal-hal apa saja yang terjadi.
6) Pasangkan kembali komponen yang dilepas, ulangi langkah d dan e untuk komponen yang berbeda.
7) Jika saat salah satu komponen dilepas, komputer dapat
booting sampai ke windows, biarkanlah. Amati dan catat proses yang
terjadi.
8) Jika variasi pelepasan semua komponen sudah dilakukan, pasang kembali dan lakukan booting sampai ke windows.
9) Melalui
mycomputer, klik kanan tombol mouse, pilih
—> properties—-> device manager, hapus atau
remove isi
display adapter.
10) Booting kembali komputer, amati dan catat apa yang terjadi pada kondisi komputer selanjutnya.
11) Instalkan kembali driver komponen yang telah dihapus. Lakukan langkah i untuk komponen windows yang lain.
12) Selama percobaan ikuti prosedur dan selalu bertanya kepada guru pembimbing.
13) Laporkan hasil pekerjaan anda kepada guru pembimbing (pengajar).
14) Jika semua telah selesai kembalikan semua hubungan instalasi
seperti semula dan cek ulang. Jika sudah benar kembalikan semua alat
dan bahan ke tempat semula.
Pemeriksaan PC Berdasarkan Urutan yang Telah Ditentukan: Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan komputer tersebut adalah sebagai berikut :
1) Mengidentifikasi permasalahan
Masalah yanga ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya, melalui POST.
2) Menganalisis permasalahan
Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST atau pun
oleh komponen lain dikomputer dianalisis letak atau sumber komponen yang
menjadi penyebab timbulnya permasalahan.
3) Mengklasifikasikan permasalahan
Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri.
4) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah
Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat ditentukan
hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab masalah. Hal ini
dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam mengatasi
masalah dan mencegah timbulnya kembali masalah yang sama.
5) Mengisolasi permasalahan
Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup
yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan
tidak terjadi salah dalam menangani masalah. Misalkan kerusakan terjadi
pada CD ROM, tetapi penanganan dilaksakan pada masalah VGA Card.
6) Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan
Langkah-langkah yang dilakukan merupakan bagian dari semua langkah
dari modul kegiatan belajar 1 sampai 5, oleh karena itu semua saling
terkait menjadi 1 kesatuan mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC
dan peripheral.
Pada modul ini difokuskan pada mengisolasi permasalahan melalui
langkah-langkah prosedur mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan
peripheral.
Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan
luar, antara lain printer yang terpasang pada paralel port atau USB
port, mouse terpasang pada PS/2 atau serial port, monitor yang selalu
terpasang pada VGA card, disket untuk pengujian disk drive dan CD untuk
CD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai
berikut :
1) Semua peralatan dipasang sesuai port yang dibutuhkan.
Khusus mouse sebaiknya dipasang pada serial port (COM1, COM2, PS/2)
secara bergantian.
2) Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O
dan alamat I/O. Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia
berfungsi dengan baik. Khusus mouse sebaiknya dipasang pada serial port
(COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5) Pengecekkan port paralel dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
6) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
7) Pengecekkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware
dan software. Instalasi komponen hardware, secara bergantian dilepas dan
dipasang kembali (saat melepas dan memasang komponen hardware kondisi
PC harus dimatikan terlebih dahulu) kemudian komputer dihidupkan
kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
8) Pengecekkan pada PC, apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
9) Mengidentifikasi permasalahan.
10) Menganalisis permasalahan.
11) Mengklasifikasikan permasalahan.
12) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah.
13) Mengisolasi permasalahan.
E. Troubleshooting Hardware
Troubleshooting hardware biasanya ditandai dengan komputer tidak dapat menyala, monitor mati dan lain sebagainya. Sedangkan
troubleshooting software
ditandai dengan lambatnya kinerja komputer dan lain-lain. Meski tidak
menutup kemungnkinan juga gejala-gejala lambatnya komputer terjadi tidak
hanya pada software tetapi juga troubleshooting hardware.
Cara mengatasi troubleshooting standard
pada komputer bisa dikatakan pertolongan pertama pada komputer yang
terjadi masalah analisa troubleshooting tersebut dan bagaimana cara
mengatasinya bisa simak solusi troubleshooting hardware pada pc
komputer.
Komputer Menyala Tapi Tidak Ada Tampilan Di Layar :
Hal ini sering saya temui ternyata
permasalahanya hanya sepele, memory / ram kendor atau kotor kaki-kakinya
( yang kuningan ) atau memory mati. Solusi :
- Lepas lalu pasang kembali
- Bersihkan kaki-kakinya dengan penghapus pensil hingga bersih
- Coba ganti dengan yang baru.
Komputer berbunyi TIT 3x pendek/cepat :
Namun power hidup tapi tdk ada tampilan
itu kerusakan pada VGA cardnya, bisa jadi kendor atau kotor kaki-kakinya
atau mati.Solusi
- Lepas dan tancapkan kembali,
- Bersihkan kaki-kakinya yang berwarna kekuningan dengan penghapus pensil,
- Ganti dengan yang baru.
Komputer berbunyi TIT…TIT…TIT…TIT…terus dan teratur tidak berhenti sebelum kita matikan :
Kerusakan pada memory card / ram. Solusi : lakukan hal-hal sama dengan point 1.Jika tidak berhasil mainboard anda yang rusak.
Komputer keluar TULISAN DISK BOOT FAILURE, INSERT SYSTEM DISK AND PRESS ENTER :
Kerusakan pada hardisk anda atau system
yang ada dihardisk hilang. Solusi : Pastikan hardisk dikenal didalam
sistem BIOS komputer caranya dengan memperhatikan tampilan awal apakah
ada IDE / hardisk yang muncul atau tekan del pada saat awal menyala lalu
lihat di standard setting apakah hardisk anda muncul tidak disitu. Jika
muncul berarti hardisk bagus hanya systemnya/partisinya yang hilang>
lakukan instalasi system lagi, jika tidak muncul hardisk anda yang
rusak> Ganti dengan yang baru. Atau coba tepuk secara perlahan badan
hardisk lalu nyalakan lagi, jika berhasil segera backup data anda.Kenapa
di tepuk pelan? sekedar memberi goncangan sedikit di motor hardisk yang
macet agar bergerak lagi.
Komputer tiba – tiba tidak bisa membaca Flashdisk :
Masalah kebanyakan pada power supply
komputer yang sudah lemah, karena flashdisk menggunakan listrik tegangan
rendah, jika powernya kurang berdampak pada pembacaan data yang ada di
flashdisk. Solusi : Ganti PowerSupply atau coba colokan pada USB bagian
belakang, karena langsung menempel di mainboard siapa tau powernya lebih
bagus.
CD / DVD rom sulit terbuka/terkunci :
Masalahnya karena CD rom jarang digunakan
dan sudah tua sehingga karet penggerak dari motor ke roda gigi
mengendor sehingga pada saat motor bergerak membuka pintu cd terjadi
slip sehingga pintu tidak bisa terbuka.Solusi : ambil sebuah paperclip
luruskan lalu tusuk pada bagian pintu cdrom yang ada lubang kecilnya,
dorong hingga pintu berhasil
terbuka.Saran : Sebaiknya jangan biarkan CDrom selalu kosong,paling tidak masukan cd blank agar motor cd rom tdk macet.
Monitor berubah – ubah warna :
Kerusakan pada RGB monitor anda,
kemungkinan besar ada patrian/solderan yang terlepas/retak atau kabel
data monitor tidak terkunci dengan baik ke VGA. Solusi : Reparasi
Monitor atau kencangkan kabel data ke vga.
Komputer Tidak Mau Hidup
Cara Mengatasinya :
- Cek koneksi kabel (dari power outletnya ke tombol power pada PC)
- Cek apakah stabilizer berfungsi atau tdak (jika memakai stabilizer)
- Cek kabel power pada CPU
- Jika masih juga tidak mau hidup permasalahanya mungkin terletak pada power supply atau MB
Komputer Mau Hidup Tetapi Tidak Mau Booting
Cara Mengatasinya :
- Kenali Terlebih dahulu Bunyi Beep :
Beep 1 kali saja Tanda bahwa kondisi komputer baik
Beep 1 kali, panjang Terdapat problem di memory
Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek Kerusakan di VGA card
Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek Kerusakan di DRAM parity
Beep terus menerus Kerusakan dimodul memory atau memory video
- Cek dengan menggunakan software dianosa seperti sisoft sandra, PC mark04, PC mark05 dll
Komputer Mau Booting Tetapi Selalu “Safe Mode “ (untuk masuk ke safe mode tekan F8)
Cara Mengatasinya :
- restart kembali komputer anda
- jika masih trouble intall ulang windows anda
- jika masih safe mode juga, berarti HD anda bermasalah
Komputer Sering Hang
Cara Mengatasinya
- Disebabkan software mengalami crash
- tekan ctrl + alt + del >> klik End task pada program yang “Not Responding”
- tekan tombol restart pada CPU
- Disebabkan hardware mengalami konflik (adanya penambahan hardware baru)
- konflik antar hardware sering terjadi pada sistem operasi windows
- install ulang windows anda, tetapi yang perlu diingat sebelum reinstall windows anda, lepaskan dulu hardware baru anda
- Jalankan fasilitas “add new“ hardware yang terdapat pada control panel.
Keyboard Tidak Dikenali Oleh Komputer
Cara Mengatasinya
- cek apakah keyboard anda sudah terpasang dengan benar
- jika sudah tapi masih juga keyboard tidak terdeteksi maka kemungkinan keyboard anda bermasalah.
- coba ganti keyboard anda, jika sudah diganti tapi juga masih
bermasalah maka kemungkinan besar yang rusak adalah di bagian port
keyboard di MB anda.
- Jika memang Sudah di Ganti Keyboard Baru tapi tetap tidak terdeteksi
Juga Coba Ganti dengan Keyboard USB dan apabila tidak terdeteksi juga
berarti ada yang salah pada sistem Windowsmu.
Komputer Sering Crash
Cara Mengatasinya :
- cek semua posisi kabel, hardware, dan juga tegangan pada casing, cek suhu pada CPU dan cek RAM, processor dan juga VGA.
Lupa Password BIOS
Cara Mengatasinya :
- Cabut batterey cmos pada CPU.
- Atau dengan cara mencoba menebak beberapa password default untuk beberapa produsen.
Menambah Perangkat Hardware Baru, Tp Tidak Terdeteksi Oleh BIOS
Cara Mengatasinya :
Kemungkinan besar bios anda sudah kuno sehingga tidak dapat mendeteksi hardware yang baru, maka segera update bios anda.
Pasang Processor Baru Tp Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
- Cek apakah anda sudah memasang processor dengan benar.
- Cek apakah posisi jumper pada processor sudah benar (tentang jumper pada processor bisa anda periksa pada manual booknya).
Pengertian BIOS
adalah komponen komputer yang berupa software (perangkat lunak) yang
mengontrol sejumlah hardware komputer. BIOS atau Basic Input Output
System.
Tugas utama BIOS adalah sebagai pengecekan dalam berjalannya sistem operasi terhadap sejumlah hardware.
Fungsi utama BIOS adalah mengontrol hardware (perangkat keras)
komputer dengan memberikan instruksi atau perintah menginsialisasi dan
identifikasi perangkat sistem yang disebut dengan POST (Power On Selft
Test). Perangkat sistem yang diintruksikan yaitu RAM, CPU, Hardisk
Drive, CD/DVD, VGA Card, Keyboard, dan Mouse serta Hardware pada saat
booting
1. Macam-Macam Fungsi BIOS - Selain dari fungsi utama BIOS,
terdapat juga fungsi-fungsi lain BIOS pada komputer. Fungsi BIOS yang
lainnya adalah sebagai berikut...
- Pengaturan media penyimpanan
- Menunjang proses inisialisasi atau penyalaan komputer
- Pengaturan proses booting
- Pengecekan sejumlah hardware
- Pengaturan Keyboard, USB, Mouse dan perangkat lainnya.
2. Jenis - Jenis BIOS - BIOS terbagi atas 3 jenis yang paling banyak digunakan oleh komputer. Jenis-jenis BIOS adalah sebagai berikut...
a. AMI BIOS

Pengertian
AMI BIOS - AMI BIOS adalah BIOS yang berasal dan dikembangkan oleh
Megatrend Amerika yang populer pada tahun 2002 sebagai fimrware
komputer. Perusahaan AMI BIOS banyak diproduksi perusahaan yang memiliki
motherboard dan perusahaan lain menjual motherboard.
Kode Beeb Peringatan/ Masalah AMI BIOS
- 1x : RAM mengalami masalah
- 2x : Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
- 3x : Kegagalan memori pada 64 pertama
- 4x : Timer pada sistem gagal bekerja
- 5x : CPU Error atau motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
- 6x : Controller pada keyboardtidak dapat berjalan dengan baik
- 7x : Vido Mode Error
- 8x : Tes Mmori VGA gagal
- 9x : Checksum error ROM BIOS bermasalah
- 10x : CMOS Shutdown resd/write mengalami masalah
- 11x : Chache memori error
- 1 beeb panjang dan 3 beeb pendek : Extended memori rusak
- 1 beeb panjang dan 8 beeb pendek : Tes tampilan gambar gagal
b. AWARD BIOS
Pengertian AWARD BIOS - AWARD BIOD adalah BIOS yang memiliki
built- in program yang dapat dimodifikasi dasar sistem konfigurasi oleh
pemakainya. Informasi disimpan di CMOS RAM yang dapat menyimpan
informasi setup, bahan ketika power dimatikan. Cara menjalankannya :
dengan menekan tombol DELETE ketika anda menghidupnya atau reboot sistem untuk masuk ke awal program setup BIOS.
Kode Beeb Peringatan/ Masalah AWARD BIOS
- 1 beep panjang dan 2 beep pendek : Video error
- 1x beep panjang : kesalahan RAM
- 1x panjang dan 2x beep pendek : VGA Rusak
- 1x panjang dan 3x beep pendek : Keyboard rusak
- Beep tak terputus : RAM atau Grafik tidak terpasan
c. PHOENIX BIOS
Pengertian PHOENIX BIOS - PHOENIX BIOS adalah BIOS yang
mengembangkan dan mendukung perangkat sistem lunak sistem inti yang
paling banyak digunakan di Indoneia baik itu komputer pribadi dan
perangkat komputer lainnya. Produk PHOENIX biasa disebut dengan BIOS
atau firmware yang memiliki keunggulan dalam dukungan dan mengaktifkan
kompatibilitas, konektivitas, kemanan, pengelolaan berbagai komponen,
dan teknologi yang digunakan dalam perangkat tersebut.
Kode Beeb Peringatan/ Masalah PHOENIX BIOS
- 1x - 1x - 4x = BIOS rusak
- 1x - 2x - 1x = Motherboard rusak
- 1x - 3x - 1x = RAM mengalami kerusakan
- 3x - 1x - 1x = Motherboard rusak
- 3x - 3x - 4x = VGA mengalami kerusakan
d. IBM BIOS
Pengertian IBM BIOS - IBM BIOS adalah sebuah perusahaan yang
memproduksi perangkat keras dan perangkat lunak. IBM (Internasional
Business Machines Corporation) yang berdiri 16 juni 1911 dan beroperasi
sejak 1888 yang berpusat di Armonk, New York, Amerika Serikat. IBM BIOS
meluncurkan tiga versi antara lain sebagai berikut..
- 24 April 1981, BIOS yang hanya memiliki memori fisik hingga 544 kb
yang tidak dilengkapi fitur pemindahan blok memori UMA (Upper Memory
Adress) untuk beberapa kartu ekspansi seperti adapter hardisk, video,
dan lain-lainnya.
- 19 Oktober 1981, BIOS versi kedua yang sama dengan keluaran pertama, namun diunggulkan dengan ditambahi bugfix.
- 27 Oktober 1982, BIOS versi ketiga yang memiliki memori fisik 640 kb
yang ditambah fitur pemindahan blok memori UMA (Upper Memory Adress).
BIOS versi ketiga paling banyak digunakan.
Kode Beeb Peringatan/ Masalah IBM BIOS
- Tidak ada
Beep : Power supply rusak,
card monitor/RAM tidak terpasang
- 1 Beep
pendek : Normal POST dan
PC dalam keadaan baik
- Beep terus
menerus : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
- Beep pendek
berulang-ulang : Power supply rusak,
card monitor/RAM tidak terpasang
- 1 Beep
panjang 1 Beep pendek :
Masalah Motherboard
- 1 Beep
panjang 2 Beep pendek :
Masalah bagian VGA Card (mono)
- 1 Beep
panjang 3 Beep pendek :
Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
- 3 Beep panjang : Keyboard error
- 1 Beep :
blank monitor VGA card sirkuit
3. Cara Mengakses BIOS - Cara mengakses BIOS adalah dengan
menekan tombol delete atau F2 pada saat komputer di nyalakan. Kemudian
akan terdapat tulisan seperti "Prees F2 to Enter Setup", maka tekan F2
secara berulang-ulang.
4. Keunggulan BIOS - BIOS memiliki keunggulan disaat troubleshooting pada kerusakan komputer antara lain sebagai berikut..
- Masalah komputer yang mati total dapat diatasi dengan mereset BIOS komputer
- Melihat spesifiaksi pada setiap perangkat komputer
- Mengoptimalkan kinerja komputer yang dikenal overclocking
- Menginstalasi komputer windows melalui pengaturan firs boot terlebih dahulu.
POST (Power On Self
Test) adalah serangkaian proses test yang dilakukan oleh komputer pada
saat booting atau komputer pertama kali dihidupkan untuk mengetahui
kondisi komponen perangkat keras komputer dan komponen pendukungnya.
Dengan adanya proses POST memunginkan pengguna komputer dapat
mengidentifikasi, menganalisis, mengisolasi menentukan letak kesalahan
atau permasalahan pada komputer sehingga dapat menentukan langkah
perbaikan yang paling tepat.
Dengan adanya proses ini sangat membantu
user untuk menganalisis permasalahan pada komputer, dan jika terjadi
permasalahan pada komputer tersebut maka komputer akan menampilkan tanda
atau kode kesalahan.
Kode-kode tersebut berupa:
1. Kode Suara beep
2. Kode angka yang ditampilkan pada layar monitor
3. kode pesan singkat
Kode- Kode kesalahan tiap komputer
berbeda-beda tergantung BIOS yang digunakan. Ada 3 bios yang sering
digunakan pada saat ini yaitu
AMI BIOS,
AWARDS BIOS dan
PHOENIX BIOS. Tiap bios tersebut mempunyai pesan atau kode masing-masing dalam mengidentifikasi permasalahan pada perangkatnya.
Cara Kerja POST
POST dilakukan sesaat setelah computer dihidupkan dan mulai Booting, proses ini dilakukan oleh BIOS (
Basic Input Output System). Adapun prosedur cara kerja POST sebagai berikut :
- Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin Power Supply berputar.
- Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU (Central Processing Unit)
oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power Supply jika dalam
kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan
intruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
- Pengecekan terhadap BIOS dan isinya.
BIOS harus dapat dibaca. Intruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke
alamat Program POST.
- Pengecekan terhadap CMOS, CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconduktor) harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (setting hardwere awal) pada RAM (Random access memory) CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
- Melakukan pengecekan CPU, timer (pewaktuan), kendali memory akses langsung, memory bus dan memory module.
- Memory sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca atau ditulis untuk keperluan ROM (Read Only Memory) BIOS dan menyimpan kode POST.
- Pengecekan I/O (Input Output)
controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja
untuk mengontrol proses read atau write data. Termasuk I/O untuk VGA (Video Graphics Array) card yang terhubung dengan monitor. Jika ada salah satu prosedur POST yang tak berhasil delewati maka PC (Personal Computer)
akan menerima pesan atau peringatan kesalahan dari POST. Pesan atau
peringatan kesalahan berupa kode beeb yang dikeluarkan melalui speaker
yang terhubung dengan motherboard atau tampilan dilayar monitor sesuai
dengan standar masing-masing motherboard.
Macam Macam Bunyi Beep POST

Saat pertama kali PC di nyalakan, PC
secara otomatis akan melewati proses yang dinamakan POST, yaitu proses
dimana PC akan mengecek semua hardware yang terpasang dalam PC apakah
bekerja dengan normal atau ada suatu masalah. Biasanya Speaker kecil di
dalam PC akan berbunyi beeb sebanyak dengan kerusakan yang ada pada PC
tersebut.
H. Komponen Komponen Dalam Motherboard Komputer Berserta Fungsinya
Socket Prosessor / CPU Socket
Socket Prosessor adalah tempat untuk memasangkan prosessor. Secara
fisik, area socket prosessor ini dikelilingi dengan 4 lubang yang
digunakan sebagai penyangga Heatsink Fun, mengingat processor
membutuhkan penghantar panas agar dapat bekerja.

Adapun socket processor pada setiap jenis processor memiliki model
socket tersendiri sehingga tidak kompatibel pada socket processor yang
lain. Maka dari itu, dalam pemilihan motherboard anda harus
mempertimbangjan socket processor supaya processor yang akan dipasangkan
kompatibel. Pastikan socket processor tersebut support dengan prosessor
yang anda gunakan.
Slot Memory
Secara fisik, panjang slot memory pada komponen dalam motherboard
komputer disesuaikan dengan panjang memori RAM. Adapun posisi slot
memory ini bersebelahan dengan socket prosessor, dengan jumlah slot
lebih dari satu. Pada slot memory inilah RAM akan dipasangkan.

Anda harus ingat setiap
macam jenis tipe memori RAM
mulai dari DDR1, DDR2, DDR3 dan DDR4 memiliki jenis slot masing masing
yang berbeda, jadi jangan pertimbangkan jenis RAM yang akan dibeli,
pastikan anda memilih RAM sesuai dengan slot memory yang ada pada
motherboard komputer.
Slot IDE dan Slot SATA
Antara Slot IDE dan Slot SATA memiliki bentuk yang berbeda, namun
tetap memiliki fungsi yang sama, yakni digunakan sebagai penghubung
antara Hardisk atau CD-ROM ke motherboard.

Perbedaan ciri fisik antara Slot IDE dan Slot SATA yaitu slot IDE
bentuknya agak memanjang, Sedangkan pada slot sata bentuknya lebih
kecil, dan simple dengan kabel data SATA yang relatif kecil.

Slot IDE umumnya ditemukan pada Komponen Dalam Motherboard Komputer
bentuk dan versi lama, tapi juga masih bisa (jumlah kecil) ditemukan
pada Komponen Dalam Motherboard Komputer keluaran versi terbaru saat
ini.
Slot AGP dan PCI Express x16
Slot AGP dan PCI Express x16 memiliki fungsi yang sama yakni digunakan sebagai tempat untuk memasangkan
VGA Card atau Graphic Card. Namun Slot AGP dan PCI Express x16 memiliki perbedaan jenis.

Dimana pada AGP adalah jenis slot yang lama dan jarang ditemukan pada
Komponen Dalam Motherboard Komputer jenis baru. Kebanyakan motherboard
komputer saat ini sudah menggunakan slot PCI Express sebagai penghubung
kartu grafis.
Slot PCI dan PCI Express x1
Slot PCI dan PCI Express x1 saluran 32 dan 64 bit standar local bus
yang mengikat bus ekspansi yang digunakan untuk memasang beberapa macam
jenis peripheral tambahan, seperti untuk meletakkan komponen-komponen
seperti VGA card, Sound Card, LAN card dan lain-lain.

Slot PCI Express memiliki dua macam jenis, yakni PCI Express x16 dan
PCI Express x1. Slot PCI ini biasanya memiliki slot lebih dari satu pada
komponen dalam motherboard komputer.
Chipshet BIOS
BIOS singkatan dari Basic Input Output Sistem merupakan sebuah chip
yang dibuat untuk digunakan sebagai pengontrol perangkat keras yang
terpasang pada komputer.

BIOS ini memiliki peran penting dalam kesiapan komputer untuk
melakukan booting kemudian melakukan pengecekan hardware yang terpasang
pada komputer.
Namun saat ini BIOS digantikan oleh UEFI yang hadir dengan teknologi
terbaru yang lebih canggih. Adapun bentuk BIOS atau UEFI yaitu chip dan
memiliki tempat yang tidak menentu pada setiap jenis komponen dalam
motherboard komputer.
Battery CMOS
Battery CMOS atau Complimentary Metal Oxide Semicondutor adalah
battery kecil pada komponen dalam motherboard komputer yang digunakan
untuk memberi daya pada BIOS dan menyimpan semua pengaturan pada BIOS.

Adapun Bentuk batery CMOS pada komponen dalam motherboard komputer
seperti battery jam tangan, namun lebih besar. Jika batery CMOS dicabut
maka akan mengatur ulang settingan BIOS ke pengaturan default.
Power Connector

Power Connector pada komponen dalam motherboard komputer memiliki
peran sebagai penghubung antara power supply dengan motherboard untuk
mendapatkan daya listrik. Biasanya jumlah pin yaitu 20-24 pin.
Storage Drive Connector

Storage Drive Connector fungsinya untuk menghubungkan perangkat
penyimpanan data seperti Harddisk Drive, Optical Drive, SSD, dan
perangkat storage external. Biasanya berupa interface S-ATA (Serial Advanced Technology Attachment) /ATA.
I/O Ports

I/O Ports biasanya digunakan pada luar casing. Dimana I/O Ports
adalah tempat kumpulan port sebagai input dan output data komputer
yang digunakan untuk menghubungkan perangkat input dan output, terpasang
pada motherboard, dan berada di belakang CPU. Macam macam bentuk dan
fungsinya, diantaranya yaitu untuk menghubungkan komputer dengan monitor
, mouse, USB, dan jek audio.
Pin Kabel Front Panel.

Pin Kabel Front Panel digunakan sebagai tempat untuk memasang tombol
power, tombol restart, LED power dan LED hardisk. Yang digunakan untuk
memasang kabel-kabel yang berukuran sangat kecil ini.
Tata letak dari setiap-setiap motherboard komputer berbeda-beda
sesuai dengan pabrik dimana motherboard komputer dibuat, jadi apabila
anda ingin
membeli motherboard komputer dan ingin merakit komputer haruslah mempelajari tata letaknya agar tidak salah dalam memasang komponen-komponennya.
I. KONSEP DASAR SISTEM OPERASI
PENGERTIAN
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh
sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan
sekumpulan layanan (
system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer.
Sistem operasi Komputer
adalah perangkat lunak komputer atau
software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat
keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan
software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa
digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia.
Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
FUNGSI DASAR
Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama,
yaitu perangkat-keras, program aplikasi, sistem-operasi, dan para
pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi
penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para
pengguna.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang
diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada
Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan
software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer
berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk
software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk,
manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga
masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum
tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi.
Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan
dengan kernel suatu Sistem Operasi.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan mempelajari sistem operasi agar dapat merancang sendiri serta
dapat memodifikasi sistem yang telah ada sesuai dengan kebutuhan kita,
agar dapat memilih alternatif sistem operasi, memaksimalkan penggunaan
sistem operasi dan agar konsep dan teknik sistem operasi dapat
diterapkan pada aplikasi-aplikasi lain.
SASARAN SISTEM OPERASI
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu
kenyamanan — membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman,
efisien — penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu
berevolusi
— sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan
pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem-sistem yang baru.
SEJARAH SISTEM INFORMASI
Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi kedalam empat generasi:
o Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi
elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu
disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia
sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan.
Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi
instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.
o Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan
Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara
berurutan.Pada
generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi
beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem
operasi ialah FMS dan IBSYS.
o Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk
melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif
berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem
operasi menjadi
multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan
multi-programming (melayani banyak program sekaligus).
o Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer
dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling
terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah
dinyamankan dengan
Graphical User Interface yaitu antar-muka
komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga
dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi
berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga
tercapai kinerja yang lebih baik.
LAYANAN SISTEM OPERASI
Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan sebagai berikut:
1. Pembuatan program
sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu para pemrogram untuk menulis program
2. Eksekusi program
Instruksi-instruksi dan data-data harus dimuat ke memori utama,
perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi,
serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani
oleh sistem operasi
3. Pengaksesan
I/O Device
Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan
sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana
dan perangkat pun dapat beroperasi
4. Pengaksesan terkendali terhadap berkas.
Disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas
5. Pengaksesan sistem
Menggunakan prinsip shared system (sistem digunakan bersamaan dalam
suatu waktu). Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap
sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta
menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya
6. Deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan.
Jika muncul permasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem
operasi harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang
terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan
7. Akunting.
Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.
STRUKTUR SISTEM OPERASI
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah
dengan memecah tugas-tugas(task) ke bentuk komponen-komponen kecil
dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal (
monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.
a. Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik.
Kemudian sistem operasi dimulai dari yang terkecil, sederhana dan
terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup originalnya. Contoh dari
sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan sistem
operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga
tidak dibagi menjadi beberapa modul, sedangkan UNIX menggunakan struktur
monolitik dimana prosedur dapat saling dipanggil oleh
prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan
yang disediakan sistem operasi untuk pengguna. Inisialisasi-nya terbatas
pada fungsional perangkat keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu
kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi serangkaian interface
dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU,
manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui
system calls.
Kelemahan struktur monolitik adalah:
· Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tidak dapat dipisahkan dan dialokasikan
· Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan
· Merupakan pemborosan memori bila setiap komputer harus
menjalan kernel monolitik, karena semua layanan tersimpan dalam bentuk
tunggal sedangkan tidak semua layanan diperlukan.
· Kesalahahan sebagian fungsi menyebabkan sistem tidak berfungsi.
Keuntungan struktur monolitik adalah layanan dapat dilakukan dengan cepat karena terdapat dalam
satu ruang.
b. Pendekatan Berlapis (Layer Approach)
Sistem operasi dibagi menjadi beberapa lapisan. Lapisan terbawah
(layer 0) adalah hardware dan yang tertinggi (layer N) adalah user
interface. Lapisan N memberi layanan untuk lapisan N+1 sedangkan
proses-proses di lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 untuk
membangun layanan lapisan N+1. Lapisan N dapat meminta layanan lapisan
N-1 namun lapisan N tidak dapat meminta layanan lapisan N+1.
Masing-masing berjalan pada lapisannya sendiri.
Menurut Tanenbaum dan Woodhull, sistem terlapis terdiri dari enam lapisan, yaitu:
- Lapisan 0. Mengatur alokasi prosesor, pertukaran antar proses ketika
interupsi terjadi atau waktu habis dan lapisan ini mendukung dasar
multi-programming pada CPU.
- Lapisan 1. Mengalokasikan ruang untuk proses di memori utama dan
pada 512 kilo word drum yang digunakan untuk menahan bagian proses
ketika tidak ada ruang di memori utama.
- Lapisan 2. Menangani komunikasi antara masing-masing proses dan
operator console. Lapisan ini masing-masing proses secara efektif
memiliki operator console sendiri.
- Lapisan 3. Mengatur peranti I/O dan menampung informasi yang mengalir dari/ke proses tersebut.
- Lapisan 4. Tempat program pengguna. Pengguna tidak perlu memikirkan tentang proses, memori, console, atau manajemen I/O.
- Lapisan 5. Merupakan operator sistem.
Contoh sistem operasi yang menggunakan pendekatan berlapis adalah THE
yang dibuat oleh Djikstra dan mahasiswa-mahasiswanya, serta sistem
operasi MULTICS.
Kelemahan struktur ini adalah fungsi-fungsi sistem operasi harus
diberikan ke tiap lapisan secara hati-hati. Sedangkan keunggulannya
adalah memeliki semua kelebihan rancangan modular, yaitu sistem dibagi
menjadi beberapa modul dan tiap modul dirancang secara independen. Tiap
lapisan dapat dirancang, dikode dan diuji secara independen. Pendekatan
berlapis menyederhanakan rancangan, spesifikasi dan implementasi sistem
operasi.
c. Microkernels
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak
diperlukan dari kernel dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan
program-program level user. Hal ini akan menghasilkan kernel yang kecil.
Fungsi utama dari jenis ini adalah menyediakan fasilitas komunikasi
antara program client dan bermacam pelayanan yang berjalan pada ruang
user. Contoh sistem operasi yang menggunakan metode ini adalah TRU64
UNIX, MacOSX dan QNX.
Keuntungan dari kernel ini adalah kemudahan dalam memperluas sistem
operasi, mudah untuk diubah ke bentuk arsitektur baru, kode yang kecil
dan lebih aman. Kelemahannya adalah kinerja akan berkurang selagi
bertambahnya fungsi-fungsi yang digunakan.
d. Modular (Modules)
Kernel mempunyai kumpulan komponen-komponen inti dan secara dinamis
terhubung pada penambahan layanan selama waktu boot atau waktu berjalan.
Sehingga strateginya menggunakan pemanggilan modul secara dinamis (
Loadable Kernel Modules). Umumnya sudah diimplementasikan oleh sistem operasi modern seperti Solaris, Linux dan MacOSX.
Sistem Operasi Apple Macintosh Mac OS X menggunakan
struktur hybrid. Strukturnya menggunakan teknik berlapis dan satu lapisan diantaranya menggunakan Mach microkernel.
e. Virtual Machine
Dalam struktur ini user seakan-akan mempunyai seluruh komputer dengan
simulasi atas pemroses yang digunakan. Sistem operasi melakukan
simulasi mesin nyata yang digunakan user, mesin virtual ini merupakan
tiruan seratus persen atas mesin nyata.
Teknologi ini awalnya digunakan pada IBM S/370. VM/370 menyediakan
mesin virtual untuk tiap user dengan membuat mesin virtual baru pada
saat user tersebut melakukan
log sistem. Kemudian teknik ini berkembang menjadi
operating system emulator sehingga sistem operasi dapat menjalankan aplikasi-aplikasi untuk sistem operasi lain.
Dalam lingkungan ini terdapat proteksi berbagai sumber daya sistem. Setiap
virtual-machine secara lengkap mengisolasi dari semua
virtual-machine yang
lain, sehingga tidak ada masalah proteksi. Ada dua pendekatan dalam
penyediaan sharing yang diimplementasikan, pertama hal ini memungkinkan
share minidisk dan
share files. Kedua, memungkinkan pendefinisian jaringan
virtual-machine, sehingga dapat mengirim informasi melalui virtual jaringan komunikasi.
Contoh dari pengembangan itu adalah sebagai berikut:
o Sistem operasi MS-Windows NT dapat menjalankan aplikasi untuk MS-DOS, OS/2 mode teks dan aplikasi WIN16.
o IBM mengembangkan WABI untuk meng-emulasikan Win32 API sehingga
sistem operasi yang menjalankan WABI dapat menjalankan aplikasi-aplikasi
untuk MS-Windows.
o Para pengembang Linux membuat DOSEMU untuk menjalankan
aplikas-aplikasi DOS pada sistem operasi Linux, WINE untuk menjalankan
aplikasi-aplikasi MS-Windows.
o VMWare merupakan aplikasi komersial yang meng-abstraksikan
perangkat keras intel 80×86 menjadi virtual mesin dan dapat menjalan
beberapa sistem operasi lain (
guest operating system) di dalam sistem operasi MS-Windos atau Linux (
host operating system).
VirtualBox merupakan salah satu aplikasi sejenis yang
opensource.
SISTEM KOMPUTER MULTIGUNA
Dewasa ini sistem komputer multiguna terdiri dari CPU (
Central Processing Unit); serta sejumlah
device controller yang dihubungkan melalui
bus yang menyediakan akses ke memori. Setiap
device controller bertugas mengatur perangkat yang tertentu (contohnya
disk drive,
audio device, dan
video display). CPU dan
device controller dapat dijalankan secara bersamaan, namun demikian diperlukan mekanisme sinkronisasi untuk mengatur akses ke memori.
Daftar CPU dan Device Controller
Pada saat pertama kali dijalankan atau pada saat
boot, terdapat sebuah program awal yang mesti dijalankan. Program awal ini disebut program
bootstrap. Program ini berisi semua aspek dari sistem komputer, mulai dari register CPU,
device controller, sampai isi memori.
Interupsi merupakan bagian penting dari sistem arsitektur
komputer. Setiap sistem komputer memiliki mekanisme yang berbeda.
Interupsi bisa terjadi apabila perangkat keras (
hardware) atau perangkat lunak (
software)
minta “dilayani” oleh prosesor. Apabila terjadi interupsi maka prosesor
menghentikan proses yang sedang dikerjakannya, kemudian beralih
mengerjakan
service routine untuk melayani interupsi tersebut. Setelah selesai mengerjakan
service routine maka prosesor kembali melanjutkan proses yang tertunda.
Untuk memastikan operasi berjalan baik kita harus
melindungi sistem operasi, program, dan data dari program-program yang
salah. Proteksi ini memerlukan
share resources. Hal ini bisa
dilakukan sistem operasi dengan cara menyediakan pendukung perangkat
keras yang mengizinkan kita membedakan mode pengeksekusian program.
Mode yang kita butuhkan ada dua mode operasi yaitu:
1. Mode Monitor.
2. Mode Pengguna.
Pada perangkat keras akan ada bit atau Bit Mode yang berguna untuk
membedakan mode apa yang sedang digunakan dan apa yang sedang
dikerjakan. Jika Mode Monitor maka akan benilai 0, dan jika Mode
Pengguna maka akan bernilai 1.
Pada saat
boot time, perangkat keras bekerja pada mode monitor dan setelah sistem operasi di-
load maka akan mulai masuk ke mode pengguna. Ketika terjadi
trap atau interupsi, perangkat keras akan men-
switch lagi keadaan dari mode pengguna menjadi mode monitor (terjadi perubahan
state menjadi bit 0). Dan akan kembali menjadi mode pengguna jikalau sistem operasi mengambil alih proses dan kontrol komputer (
state akan berubah menjadi bit 1).
Sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan di berbagai jenis
mesin; sistemnya harus di konfigurasi untuk tiap komputer. Program
SYSGEN mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus dari sistem
perangkat keras.
- Booting: memulai komputer dengan me-load kernel.
- Bootstrap program: kode yang disimpan di code ROM yang dapat menempatkan kernel, memasukkannya kedalam memori, dan memulai eksekusinya.
BOOTING
Booting adalah istilah
teknologi informasi dalam
bahasa Inggris yang mengacu kepada proses awal menyalakan
komputer dimana semua register prosesor disetting kosong, dan status
mikroprosesor/prosesor disetting
reset. Kemudian address 0xFFFF diload di segment code (
code segment) dan instruksi yang terdapat pada alamat address 0xFFFF tersebut dieksekusi. Secara umum program
BIOS
(Basic Input Output System), yaitu sebuah software dasar, terpanggil.
Sebab memang biasanya BIOS berada pada alamat tersebut. Kemudian BIOS
akan melakukan cek terhadap semua error dalam memory, device-device yang
terpasang/tersambung kepada komputer — seperti port-port serial dan
lain-lain. Inilah yang disebut dengan
POST
(Power-On Self Test). Setelah cek terhadap sistem tersebut selesai,
maka BIOS akan mencari [Sistem Operasi], memuatnya di memori dan
mengeksekusinya. Dengan melakukan perubahan dalam setup BIOS (kita dapat
melakukannya dengan menekan tombol tertentu saat proses booting mulai
berjalan), kita dapat menentukan agar BIOS mencari
Sistem Operasi ke dalam floppy disk, hard disk, CD-ROM, USB dan lain-lain, dengan urutan yang kita inginkan.
BIOS sebenarnya tidak memuat Sistem Operasi secara lengkap. Ia hanya memuat satu bagian dari code yang ada di sektor pertama (
first sector, disebut juga
boot sector)
pada media disk yang kita tentukan tadi. Bagian/fragmen dari code
Sistem Operasi tersebut sebesar 512 byte, dan 2 byte terakhir dari
fragmen code tersebut haruslah 0xAA55 (disebut juga sebagai
boot signature). Jika
boot signature tersebut tidak ada, maka media disk dikatakan tidak bootable, dan BIOS akan mencari Sistem Operasi pada media disk berikutnya.
Fragmen code yang harus berada pada
boot sector tadi disebut sebagai
boot-strap loader. BIOS akan memuat
boot-strap loader tersebut ke dalam memory diawali pada alamat 0x7C00, kemudian menjalankan
boot-strap loader tadi. Akhirnya sekarang kekuasaan berpindah kepada
boot-strap loader
untuk memuat Sistem Operasi dan melakukan setting yang diperlukan agar
Sistem Operasi dapat berjalan. Rangkaian proses inilah yang dinamakan
dengan
booting.
PROSES BOOTING
Secara umum, gambaran yang terjadi pada proses boot adalah sebagai berikut :
1. Saat komputer dihidupkan, memorinya masih kosong. Belum ada
instruksi yang dapat dieksekusi oleh prosesor. Karena itu, prosesor
dirancang untuk selalu mencari alamat tertentu di BIOS ROM. Pada alamat
tersebut, terdapat sebuah instruksi jump yang menuju ke alamat eksekusi
awal BIOS. Setelah itu, prosesor menjalankan
power-on-self test(POST), yaitu memeriksa kondisi hardware yang ada.
2. Sesudah itu, BIOS mencari
video card. Secara khusus, dia mencari program BIOS milik video card. Kemudian
system BIOS menjalankan video card BIOS. Barulah setelah itu, video card diinisalisasi.
3. Kemudian BIOS memeriksa ROM pada hardware yang lain, apakah
memiliki BIOS tersendiri apakah tidak. Jika ya, maka akan dieksekusi
juga.
4. BIOS melakukan pemeriksaan lagi, misal memeriksa besar memori
dan jenis memori. Lebih lanjut lagi, dia memeriksa hardware yang lain,
seperti disk. Lalu dia mencari disk dimana proses boot bisa dilakukan,
yaitu mencari
boot sector.
Boot sector ini bisa berada di
hard disk, atau
floppy disk
Berdasarkan keadaan kejadian dari proses booting ini, terdapat beberapa boot, yaitu:
a.
Cold boot, boot yang terjadi ketika komputer dari dalam keadaan mati, kebalikan dari warm boot.
b.
Warm boot,
proses boot yang terjadi ketika komputer diberikan arus listrik
kembali, dimana arus listrik dimatikan hanya sejenak, dengan tujuan
untuk mengulang kembali proses komputer dari awal, kebalikan dari cold
boot. Warm boot ini biasanya terjadi karena software crash atau terjadi
pengaturan ulang dari sistem.
c. S
oft boot, proses boot yang dikendalikan melalui sistem.
d.
Hard boot, proses boot yang terjadi dengan cara dipaksa, kebalikan dari soft boot.
e.
Reboot,
peristiwa mengulang kembali sistem dari awal, reboot ini terjadi karena
beberapa hal, diantaranya seperti sistem tidak bereaksi dalam beberapa
lama, terjadi perubahan setting dari sistem.
J. Instalasi VirtualBox
Instalasi VirtualBox dapat menggunakan file instalasi (
offline) atau secara
online. Instalasi
online hanya dapat dilakukan untuk
hosts Linux. Untuk sistem operasi Windows (32 bit atau 64 bit), download file aplikasi VirtualBox di bagian
VirtualBox for Windows hosts. Selanjutnya klik dua kali pada file aplikasi VirtualBox yang telah didownload tersebut.
Selanjutnya muncul layar selamat datang dalam proses instalasi VirtualBox. Klik tombol
Next untuk proses selanjutnya.
Di
bagian ini, kita dapat menentukan fitur apa yang akan diinstall atau
tidak, mulai dari dukungan terhadap USB, jaringan sampai script Phyton
untuk
VirtualBox API. Di bagian ini kita
juga dapat menentukan lokasi folder VirtualBox akan diinstall. Biarkan
seluruh pengaturan folder dan fitur aplikasi yang akan diinstall. Klik
tombol
Next untuk proses selanjutnya.
Di bagian ini, kita dapat menentukan apakah cara akses VirtualBox secara cepat (
shortcut) akan diinstall pada bagian
desktop dan
Quick Launch Bar. Aktifkan
Register file associations agar file dengan ekstensi terkait VirtualBox dikenal oleh sistem operasi. Klik tombol
Next untuk proses selanjutnya.
Selanjutnya
muncul pemberitahuan, bahwa dalam proses instalasi, interface atau
kartu jaringan yang ada pada komputer akan dinonaktifkan untuk sementara
waktu, namun akan diaktifkan kembali secara otomatis, dengan tambahan
kartu jaringan virtual bawaan dari VirtualBox. Klik tombol
Yes untuk melanjutkan proses instalasi.
VirtualBox sudah memiliki informasi yang diperlukan dan siap untuk diinstall. Klik tombol
Install untuk memulai proses instalasi VirtualBox.
Pada Windows 7 atau Windows 8, akan muncul layar pop-up
User Account Control yang meminta konfirmasi apakah kita akan menginstall aplikasi VirtualBox ke dalam komputer. Klik tombol
Yes untuk memulai proses instalasi.
Proses instalasi dan penyalinan file aplikasi VirtualBox sedang dilakukan.
Apabila dalam proses instalasi muncul pertanyaan terkait keamanan sistem, tandai kotak konfirmasi
Always trust software from "Oracle Corporation" kemudian tekan tombol
Install. Jika yang ditekan adalah tombol
Dont Install maka proses instalasi akan dihentikan. Dan apabila kotak konfirmasi
Always trust software from "Oracle Corporation" tidak diaktifkan, maka pertanyaan terkait keamanan akan muncul beberapa kali dan kita harus menekan tombol
Install untuk menyelesaikan proses instalasi VirtualBox.
Layar selanjutnya menginformasikan bahwa instalasi VirtualBox sudah selesai dilakukan. Klik tombol
Finish untuk keluar dari proses instalasi dan menjalankan aplikasi VirtualBox.
Tampilan ruangan aplikasi VirtualBox yang baru diinstall.
Jika sudah ada sistem operasi
guest yang diinstall, maka akan ditampilkan pada layar sebelah kiri. Indikator
Running pada sistem operasi
guest menandakan sistem operasi
guest sedang aktif. Sementara bagian sebelah kanan merupakan informasi tentang sistem operasi
guest yang dipilih.
K. MEMBUAT BOOTABLE MENGGUNAKAN RUFUS
Langkah pertama
Pastikan flashdisk sudah sobat paasang di Komputer/Lapto sobat ya (sudah di colokin ke port usb)
Selanjutnya jalankan software yang sudah sobat download di atas, jangan
lupa ekstrak dulu hasil download nya. Setelah dibuka maka akan tampil
seperti gambar di bawah ini.
Keterangan
1.
Device adalah flashdisk yang akan kita gunakan sebagai bootable
2.
File System pilih NTFS
3.
Browse file iso yang akan kita bootable
Selanjutnya kita Browse file iso yang akan kita bootable (cari file iso
dimana sobat menyimpannya), Perhatikan gambar di bawah ini
Setelah file iso kita Open tadi, maka tinggal kita start. Lihat gambar di bawah ini.
Selanjutnya akan muncul WARNING seperti pada gambar dibawah ini
Selanjutnya tinggal OK saja, dan silahkan tunggu proses hingga selesai, proses ini membutuhkan waktu agak cukup lama.
Jika tampak seperti di bawah ini berarti sudah sukses. Dan siap untuk di pakai install PC atau Laptop sobat.
SELESAI
Home
»
Windows
» Cara membuat bootable windows dengan CMD
Cara membuat bootable windows dengan CMD
Senin, 07 Desember 2015 by Derry Wahyudi
L. Cara Membuat Bootable Flashdisk Windows Lewat CMD Tanpa Software
Tutorial:
- Masukkan flashdisk dengan minimal space 4GB atau lebih yang masih kosong karena akan dijadikan bootable flash disk.
- Buka Command Prompt dengan cara klik [Start] dan ketik [CMD] dalam
kotak search lalu tekan [Enter]. Alternativelain adalah melalui ; Start
>All programs>Accessories> klik kanan pada Command Prompt dan
pilih [run as administrator].
- Di jendela Command Prompt ketik: DISKPART lalu klik [Enter],
- Ketik : LIST DISK lalu klik [Enter].
- Ketik : SELECT DISK 2 lalu klik [Enter], (nomor 2 adalah sesuai nomor flash disk kalian )
- Ketik : CLEAN lalu klik [Enter],
- Ketik : CREATE PARTITION PRIMARY lalu klik [Enter],
- Ketik : SELECT PARTITION 1 lalu klik [Enter],
- Ketik : ACTIVE lalu klik [Enter],
- Ketik : FORMAT FS=FAT32 lalu klik [Enter], (mohon sabar
karena proses format akan memakan waktu beberapa puluh menit baru kalian
ketik perintah selanjutnya)
- Ketik : ASSIGN lalu klik [Enter],
- Ketik : EXIT lalu klik [Enter],
Copy semua isi file Windows ke USB. Jika windows masih dalam format ISO
kalian ekstrack dahulu menggunaka winrar, lalu copykan semua file
tersebut kedalam flashdisk kalian.
M. Instalasi Windows 10 Lengkap
Cara Menginstal Windows 10
Untuk menginstal Windows 10 pada komputer dan laptop:
- Nyalakan
komputer atau Laptop. Khusus yang memakai Flashdisk sebagai media
instalasi, masukan terlebih dahulu Flashdisknya sebelum PC dinyalakan,
agar terdeteksi sama PC.
- Atur “Boot” atau “Booting” Pertama di Menu BIOS atau UEFI (Tampilan bermacam-macam tergantung MERK).

Masuk
Menu BIOS dengan menekan tombol “Del” terus-menerus dengan cepat SAAT
menyalakan PC, mungkin pada merk lain dapat mencoba menekan tombol F1 /
F2 / F9 / F10. Mungkin juga sambil menekan tombol “fn” sama-sama dengan
F1 / F2 dst, supaya tombol tersebut berfungsi.Sesudah masuk
Menu “BIOS”, kemudian cari “Boot” dan Pastikan Booting pertama
menggunakan DVD ATAU Flashdisk sebagai medianya. Boot ini pada merk lain
terkadang harus dicari dan disesuaikan, cari aja sampe ketemu.
Video: cara mengatur booting PC
- Masukan DVD Windows 10 buat yang memakai drive-optic sebagai medianya.
- Jika
pengaturan Boot sudah benar, maka simpan atau “save” dan “restart”,
nanti akan tampil seperti gambar dibawah, kemudian tekan ENTER untuk
memulai proses instalasinya.

- Pilih Bahasa “English” kemudian klik “Next”.

- Klik “Install now” untuk melanjutkan.
- Masukan “Product Key” windows 10.

- Klik kotak kecil “I Accept the license terms”, dan kemudian klik “Next”.

- Pilih
“Custom: Install Windows only (Advanced)”. Ini adalah prosedur “Clean
Install” dan mulai instalasi dari awal agar sistem operasi terbebas dari
virus dan bersih.
Image: Custom/Advanced Install windows 10
- Atur
Partisi untuk memilih penginstalan sistem sesuai dengan keinginan. Tapi
harap di ingat Partisi sistem operasi sebelumnya harus dihapus dengan
menekan “Delete” kemudian ganti dengan partisi baru. Pengaturan ini bisa
dilakuin memakai kursor mouse yang di atur pada partisi tertentu, nanti
tombol pengaturan lengkap akan tersedia.

- “New” untuk membuat Partisi baru.
- “Delete” untuk menghapus Partisi.
- “Format” untuk format Partisi.
- Harap
diperhatikan, Pastikan Partisi yang berisi data penting tidak terhapus,
ini merupakan langkah yang sangat penting dan harus hati-hati, dan jika
tidak yakin simpan aja dulu data penting pada tempat lain yang aman dan
ulangi lagi prosesnya dari awal.
- Atur kursor pada partisi yang
diinginkan untuk instalasi windows yang baru, kemudian klik Next seperti
gambar di atas untuk melanjutkan.
- Memulai proses transfer dan instalasi secara otomatis.

Tahap
ini berlangsung otomatis, nanti akan restart juga secara otomatis
selama beberapa kali dan biarkan saja jangan klik apapun sampai pada
gambar berikutnya.Kalo waktu proses ini ada “error” (getting
files ready for installation), itu artinya memori kurang bagus alias
rusak, bisa di coba ulang kembali prosesnya atau ganti memorinya.
- Bagi yang memakai Flashdisk, maka Flashdisknya WAJIB dicabut ketika restart, agar tidak terjadi pengulangan.
- Setelah restart otomatis beberapa kali, nanti diminta memasukan data nama dan pengaturan, bisa diisi bebas.
- Kalo udah mengisi datanya nanti terlihat gambar berikutnya seperti ini.
Image: Windows 10, CC-BY SA 4.0
- Selesai.